Kamis, 25 Agustus 2011

Ternyata Indonesia kekurangan darah 2.6 juta kantong tiap tahun

Dari news.okezone.com

JAKARTA - Indonesia tiap tahun kekurangan darah sekira 2,6 juta kantong dari total kebutuhan 4,8 juta kantong. Selama ini Palang Merah Indonesia (PMI) baru bisa menyediakan sekira 2,2 juta kantong darah.

"Kekurangan itu terpaksa dipenuhi dengan cara donor pengganti,” kata Sekretaris Tim Pengelola Darah Nasional PMI Lita Sarana di sela acara Penyerahan Bantuan 5 Sepeda Motor Unit Transfusi Darah dari PT Federal International Finance (FIF) kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan pelaksanaan Donor Darah di Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Donor pengganti yang dimaksud adalah pasien yang memerlukan darah, terpaksa mencari sendiri pendonor yang bersedia mendonorkan darahnya. ”Ya misalnya bisa meminta sanak familinya yang bersedia mendonorkan darahnya kepada pasien yang bersangkutan,” katanya.

Minimnya stok darah yang ada di PMI, kata Lita, karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Selain itu, juga karena fasilitas yang dimiliki PMI juga kurang. ”Ya mungkin saja banyak orang yang mau mendonorkan darahnya. Tapi karena dia tidak tahu di mana tempatnya, maka dia jadi enggan mendonorkan,” katanya.

Karena itu, sejak Jusuf Kalla menjadi pucuk pimpinan PMI, dilakukan program donor darah di tempat-tempat umum seperti mal, perkantoran, dan juga di kampus-kampus. ”Intinya kita harus mendekatkan diri ke masyarakat. Baru-baru ini kami telah melakukan MoU dengan beberapa mal untuk menempatkan gerai donor darah,” katanya.

Selain itu, kata Lita, PMI juga telah memprogramkan gerai donor darah keliling menggunakan mobil. Dengan berbagai terobosan itu, harapannya kekurangan stok darah tersebut makin lama bisa menyusut.

Terkait adanya bencana alam yang terjadi di Indonesia seperti di Wasior, Gunung Merapi, dan bencana tsunami di Mentawai, Lita mengatakan bahwa ketiga bencana tersebut tak banyak memerlukan darah. ”Tipe bencana seperti itu tak banyak memerlukan darah. Tapi kalau gempa bumi seperti di Padang dan Yogyakarta lalu, banyak memerlukan darah,” katanya.

Untuk itu, Lita mengharapkan peran serta swasta untuk ikut membantu PMI dengan melakukan donor darah kepada para karyawannya. ”Seperti yang dilakukan FIF ini saya sambut positif. Selain memberikan sumbangan motor juga melakukan donor darah kepada para karyawannya,” kata Lita.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF) Suhartono mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan FIF. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian acara donor darah nasional FIF 2010 ”Road to 5000” yang dimulai sejak Februari lalu.

”Kegiatan donor darah ini tidak hanya diadakan di Jakarta, cabang-cabang FIF yang tersebar di seluruh Indonesia juga mengadakan kegiatan serupa di daerah masing-masing,” kata Suhartono
(Sudarsono/Koran SI/mbs)

link : news.okezone.com/read/2010/11/30/337/398672/indonesia-tiap-tahun-kekurangan-darah-2-6-juta-kantong



Tidak ada komentar:

Posting Komentar