Kamis, 25 Agustus 2011

Ayo jadikan donor darah sebagai Gaya hidup by JK

Dari News.okezone.com

MEDAN- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup atau lifestyle. Ajakan ini untuk memenuhi kebutuhan darah di Indonesia dan tidak memberikan peluang adanya praktik calo darah.

“Medan ini termasuk daerah yang banyak calo darahnya. Maka itu kita mengajak masyarakat untuk mejadikan donor darah itu sebagai lifestyle (gaya hidup),” ungkap JK usai melantik Pengurus PMI Sumatera Utara di Medan, Senin (18/7/2011).

Calo darah, menurut JK, adalah orang yang menyumbangkan darah dengan imbalan uang bayaran. Praktik calo darah sudah tersebar di luar PMI. “Yang memberi darah tidak sehat dan yang menerima juga bakal tidak sehat,” sambung mantan Wakil Presiden ini.

Untuk memenuhi stok darah di Sumatera Utara, yakni sekira 100 kantong per hari, JK juga mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela. “Kendala untuk memenuhi stok sebenarnya tidak ada, tapi kita terus mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela,” ucapnya.

PMI juga menargetkan Sumatera Utara dapat menyumbang 200 kantung per hari dari yang semula hanya 100 kantung. “Targetnya dari Sumatera Utara per hari ada 200 kantung dan untuk Indonesia sekira 4,5 juta kantung per tahunnya, itu target kita. Makanya kita ajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela dan menjadikan donor darah sebagai gaya hidup,” pungkasnya.

link: http://news.okezone.com/read/2011/07/18/340/481201/jk-jadikan-donor-darah-sebagai-gaya-hidup

Ayo, bisakah kita memulainya?

Ternyata Indonesia kekurangan darah 2.6 juta kantong tiap tahun

Dari news.okezone.com

JAKARTA - Indonesia tiap tahun kekurangan darah sekira 2,6 juta kantong dari total kebutuhan 4,8 juta kantong. Selama ini Palang Merah Indonesia (PMI) baru bisa menyediakan sekira 2,2 juta kantong darah.

"Kekurangan itu terpaksa dipenuhi dengan cara donor pengganti,” kata Sekretaris Tim Pengelola Darah Nasional PMI Lita Sarana di sela acara Penyerahan Bantuan 5 Sepeda Motor Unit Transfusi Darah dari PT Federal International Finance (FIF) kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan pelaksanaan Donor Darah di Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Donor pengganti yang dimaksud adalah pasien yang memerlukan darah, terpaksa mencari sendiri pendonor yang bersedia mendonorkan darahnya. ”Ya misalnya bisa meminta sanak familinya yang bersedia mendonorkan darahnya kepada pasien yang bersangkutan,” katanya.

Minimnya stok darah yang ada di PMI, kata Lita, karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Selain itu, juga karena fasilitas yang dimiliki PMI juga kurang. ”Ya mungkin saja banyak orang yang mau mendonorkan darahnya. Tapi karena dia tidak tahu di mana tempatnya, maka dia jadi enggan mendonorkan,” katanya.

Karena itu, sejak Jusuf Kalla menjadi pucuk pimpinan PMI, dilakukan program donor darah di tempat-tempat umum seperti mal, perkantoran, dan juga di kampus-kampus. ”Intinya kita harus mendekatkan diri ke masyarakat. Baru-baru ini kami telah melakukan MoU dengan beberapa mal untuk menempatkan gerai donor darah,” katanya.

Selain itu, kata Lita, PMI juga telah memprogramkan gerai donor darah keliling menggunakan mobil. Dengan berbagai terobosan itu, harapannya kekurangan stok darah tersebut makin lama bisa menyusut.

Terkait adanya bencana alam yang terjadi di Indonesia seperti di Wasior, Gunung Merapi, dan bencana tsunami di Mentawai, Lita mengatakan bahwa ketiga bencana tersebut tak banyak memerlukan darah. ”Tipe bencana seperti itu tak banyak memerlukan darah. Tapi kalau gempa bumi seperti di Padang dan Yogyakarta lalu, banyak memerlukan darah,” katanya.

Untuk itu, Lita mengharapkan peran serta swasta untuk ikut membantu PMI dengan melakukan donor darah kepada para karyawannya. ”Seperti yang dilakukan FIF ini saya sambut positif. Selain memberikan sumbangan motor juga melakukan donor darah kepada para karyawannya,” kata Lita.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF) Suhartono mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan FIF. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian acara donor darah nasional FIF 2010 ”Road to 5000” yang dimulai sejak Februari lalu.

”Kegiatan donor darah ini tidak hanya diadakan di Jakarta, cabang-cabang FIF yang tersebar di seluruh Indonesia juga mengadakan kegiatan serupa di daerah masing-masing,” kata Suhartono
(Sudarsono/Koran SI/mbs)

link : news.okezone.com/read/2010/11/30/337/398672/indonesia-tiap-tahun-kekurangan-darah-2-6-juta-kantong



Rabu, 15 Juni 2011

Wah, Ada mitos Tentang Donor Darah juga.. Bagaimana Menanggapinya?

Kompas.com — Donor darah merupakan niat yang sangat mulia. Namun, niat untuk membantu sesama tersebut sering kali luntur oleh berbagai kekhawatiran yang sebetulnya belum tentu benar. Simak penjelasan dari dr Udja Bachrussany, Kadiv Pengadaan Darah Unit Transfusi Darah Daerah DKI, dan dr Endang Peddyawati, SpGK, spesialis Gizi Klinik dari RS Persahabatan Jakarta, mengenai mitos dan fakta seputar donor darah.
Donor darah bikin gemuk? Tak sedikit orang yang mengurungkan niat untuk mendonorkan darahnya karena mitos yang mengatakan setelah donor darah tubuh akan menjadi gemuk. Menurut dr Endang Peddyawati, SpGK, secara teori, kegemukan terjadi karena jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan. "Jadi, tidak ada kaitannya dengan donor darah," ujar dokter yang biasa disapa Peddy ini.
Setelah mendonorkan darah memang biasa disediakan semangkuk bubur kacang hijau, mi atau telur rebus, dan segelas susu. Para pendonor memang disarankan untuk makan minimal empat jam setelah mendonorkan darah karena tubuh perlu menyesuaikan diri terhadap perubahan volume darah.
Membuat badan lemas Sebenarnya proses donor darah hanya mengambil 250-500 cc darah. Jumlah tersebut tidak akan berpengaruh banyak karena tubuh kita memiliki persediaan darah hingga 5.000 cc. "Tubuh memang bisa drop kalau setelah mendonorkan darah kita malas makan," imbuh dr Udja.
Wanita tidak boleh mendonorkan darah Pada dasarnya donor darah boleh dilakukan siapa saja, baik pria maupun wanita, sepanjang ia berbadan sehat dan memenuhi syarat kesehatan. Pada wanita, memang ada keadaan tertentu yang membuatnya tidak boleh mendonorkan darah, seperti sedang hamil, menyusui, atau sedang menstruasi.
"Pada saat hamil, secara fisiologis kadar hemoglobin dalam darah akan menurun karena ada penambahan volume darah. Demikian juga pada wanita yang sedang haid. Di luar, sepanjang sehat dan memenuhi syarat, wanita boleh mendonorkan darahnya," kata dr Udja.
Menimbulkan "kecanduan" Sekalipun proses donor darah dilakukan secara rutin, hal ini tidak akan mengubah proses metabolisme atau jam biologis tubuh. Jadi, tidak benar kalau disebutkan donor darah akan membuat tubuh jadi ketagihan. "Yang pasti donor darah membuat sehat," kata dr Udja.

Sumber : http://female.kompas.com/read/2010/07/01/10203777/Menguak.Mitos.dan.Fakta.Donor.Darah

Apa sih sebenarnya Manfaat Donor darah?

KOMPAS.com - Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:

1. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap  penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

4. Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

5. Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah "rambu peringatan" yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!

 Sumber : http://female.kompas.com/read/2011/01/12/1820587/5.Manfaat.Jadi.Donor.Darah-12

Sabtu, 04 Juni 2011

Here it is the "Latar Belakang"


Indonesia adalah negara yang padat penduduknya. Jumlah penduduk Indonesia sekitar 240 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang demikian besar, tetapi Indonesia masih kekurang stok darah. Sekitar satu juta kantong darah yang masih dibutuhkan Indonesia per tahunnya. Sekantong darah bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Darah merupakan komponen yang penting dalam tubuh manusia. Darah digunakan sebagai alat metabolisme yang mengedarkan zat-zat keseluruh tubuh. Kekurangan darah berarti kekurangan alat transportasi didalam tubuh. Sebagai pihak yang berwenang menggalang donor darah, PMI harus memenuhi permintaan empat sampai lima juta kantong darah per tahun. Darah itu digunakan untuk membantu orang yang kekurangan darah akibat kecelakaan, bencana alam, ataupun ibu melahirkan. Sementara itu, PMI masih kekurangan stok darah sekitar satu juta kantong per tahunnya. Jumlah kekurangan ini dihitung dengan asumsi penduduk Indonesia sebanyak 240 juta orang (2010).
Persediaan darah tersebut sangat dibutuhkan lantaran kondisi rawan bencana yang tengah melanda Indonesia. Selain bencana alam, kejadian kecelakaan dan konflik antar masyarakat juga membuat permintaan darah ke PMI meningkat. Selain itu, permintaan darah juga sering datang dari para pasien, misalnya untuk melakukan cuci darah. Akibat terparah dari kondisi ini adalah kematian seseorang. Kerap kali kita melihat berbagai peristiwa seperti kecelakaan, bencana alam, ibu melahirkan dan berbagai peristiwa dalam kehidupan kita, harus berujung dengan kematian hanya karena masalah darah. Keterlambatan pasokan darah, kelangkaan darah, kualitas darah yang sangat buruk dan sederet persoalan terkait dengan darah kerap dijumpai. Berbagai kendala di atas disebabkan karena fokus PMI hanya ke masyarakat kota. Penggalangan di desa-desa masih kurang.
Ini terbukti dari pembukaan gerai donor darah yang bertempat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Di Indonesia ada sekitar 70.000 desa. Jika peluang itu bisa dimanfaatkan, maka stok darah PMI akan bertambah dan bahkan tidak akan kekurangan lagi. Fakta ini didukung dengan data yang diperoleh oleh PMI Jawa Tengah menunjukkan kebanyakan pendonor darah berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Jumlahnya mencapai 35 persen dari total pendonor. Sedangkan pendonor dari kalangan pegawai negeri dan swasta menyumbang kebutuhan 21 persen, petani dan buruh sebesar 18 persen, wiraswasta 17 persen, anggota militer dan polisi sebesar tujuh persen dan masyarakat umum hanya dua persen.

Kamis, 02 Juni 2011

Selamat Dataaaang!

Welcome welcome ...
Ini adalah blog mengenai acara "1hero1blood". Proyek yang diprakarsai oleh Room Research Future Leader Summit. Acara ini merupakan action plan dari acara Future Leader Summit pada tanggal 22 Mei 2011 di Universitas Diponegoro kemarin. Ide ini berawal dari kegundahan kami atas tingginya tingkat kematian ibu melahirkan akibat pendarahan di Indonesia. Kurangnya jumlah kantong darah adalah sebab utama dari peristiwa tersebut . Apakah yang sebenarnya terjadi dengan persediaan kantong darah di Indonesia? Bagaimanakah nasib-nasib ibu melahirkan Indonesia? Apakah yang dapat kita lakukan sebagai pemuda Indonesia untuk mengatasi hal ini? Apa sih "1hero1blood" itu?
Penasaran?
Tunggu posting selanjutnya... ;)